Mendunia dari Bantaran Sungai Gajah Wong
Mrican berhasil menembus panggung dunia — dua penghargaan arsitektur internasional bergengsi diraih berkat transformasi kawasan bantaran sungai yang inklusif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.
Padukuhan Mrican kini diakui sebagai percontohan global dalam tata ruang kota. Berkat sinergi warga, pemerintah, dan arsitek, kampung urban yang dulunya padat kini menjelma menjadi kawasan yang mendunia.
Popular Choice Winner
Kategori Concepts - Architecture + Community
Kompetisi bergengsi berbasis di New York, AS. Mrican unggul berkat dukungan publik global dan kurasi ketat juri internasional yang mengapresiasi model pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan Tertinggi
Kategori Social Architecture
Dianugerahi di Belanda untuk arsitektur yang bertanggung jawab secara ekologis, memperkuat inisiatif lokal tanpa penggusuran warga asli.
Keberhasilan ini lahir dari sinergi erat antara warga lokal, Kementerian PUPR (program KOTAKU), dan sentuhan desain dari biro arsitektur SHAU. Kolaborasi ini mampu mengubah wajah kawasan tanpa mencederai aspek sosial kemasyarakatan.
Gotong RoyongDua inovasi yang menjadi ikon transformasi Kampung Mrican, memadukan kearifan lokal dengan arsitektur modern.
Filosofi tata ruang M3 (Mundur, Munggah, Madhep Kali) menjadi kunci transformasi Mrican. Intervensi skala mikro yang terbukti efektif menyelesaikan masalah sanitasi dan ancaman banjir.
Rumah warga yang semula membelakangi sungai ditata ulang secara swadaya untuk memberi ruang pada bantaran sungai.
Bangunan rumah ditinggikan untuk mengantisipasi risiko banjir dan meningkatkan sirkulasi udara alami.
Wajah bangunan kini menghadap ke Sungai Gajah Wong (riverfront), menciptakan ruang publik yang hidup di sepanjang bantaran.
Dengan pencapaian ini, Kampung Mrican kini resmi menjadi rujukan global dan studi kasus bagi para praktisi serta akademisi tata kota internasional. Dari bantaran sungai menuju panggung dunia.