🏆 Prestasi Internasional

Prestasi Padukuhan Mrican

Mendunia dari Bantaran Sungai Gajah Wong

Mrican berhasil menembus panggung dunia — dua penghargaan arsitektur internasional bergengsi diraih berkat transformasi kawasan bantaran sungai yang inklusif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

Sekilas Prestasi

Padukuhan Mrican kini diakui sebagai percontohan global dalam tata ruang kota. Berkat sinergi warga, pemerintah, dan arsitek, kampung urban yang dulunya padat kini menjelma menjadi kawasan yang mendunia.

🗽

Architizer A+Awards 2025

Popular Choice Winner
Kategori Concepts - Architecture + Community

Kompetisi bergengsi berbasis di New York, AS. Mrican unggul berkat dukungan publik global dan kurasi ketat juri internasional yang mengapresiasi model pemberdayaan masyarakat.

Amerika Serikat
🇳🇱

Ammodo Architecture Award 2025

Penghargaan Tertinggi
Kategori Social Architecture

Dianugerahi di Belanda untuk arsitektur yang bertanggung jawab secara ekologis, memperkuat inisiatif lokal tanpa penggusuran warga asli.

Belanda
🤝

Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan ini lahir dari sinergi erat antara warga lokal, Kementerian PUPR (program KOTAKU), dan sentuhan desain dari biro arsitektur SHAU. Kolaborasi ini mampu mengubah wajah kawasan tanpa mencederai aspek sosial kemasyarakatan.

Gotong Royong

Inovasi Arsitektur Sosial

Dua inovasi yang menjadi ikon transformasi Kampung Mrican, memadukan kearifan lokal dengan arsitektur modern.

Ruang Publik Gatotkaca

Taman bermain dan pendopo warga yang dibangun secara cerdas di atas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ruang publik dan infrastruktur sanitasi berpadu harmonis.

Ruang Publik

Ruang Terbuka Publik

Ruang interaksi warga yang teduh di bantaran Sungai Gajah Wong. Dilengkapi jalur pedestrian dengan ukiran aksara Jawa, area duduk, dan taman yang memperkuat identitas kampung.

Ruang Publik

Konsep Urban Acupuncture

Filosofi tata ruang M3 (Mundur, Munggah, Madhep Kali) menjadi kunci transformasi Mrican. Intervensi skala mikro yang terbukti efektif menyelesaikan masalah sanitasi dan ancaman banjir.

🏠

Mundur

Rumah warga yang semula membelakangi sungai ditata ulang secara swadaya untuk memberi ruang pada bantaran sungai.

⬆️

Munggah

Bangunan rumah ditinggikan untuk mengantisipasi risiko banjir dan meningkatkan sirkulasi udara alami.

🌊

Madhep Kali

Wajah bangunan kini menghadap ke Sungai Gajah Wong (riverfront), menciptakan ruang publik yang hidup di sepanjang bantaran.

Dengan pencapaian ini, Kampung Mrican kini resmi menjadi rujukan global dan studi kasus bagi para praktisi serta akademisi tata kota internasional. Dari bantaran sungai menuju panggung dunia.