Setiap tahun, kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi momen yang dinantikan oleh banyak daerah. Di Padukuhan Mrican, KKN bukan sekadar program pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah padukuhan, dan warga untuk bersama-sama mengembangkan potensi yang telah dimiliki.
Pada tahun 2026, Padukuhan Mrican kembali menerima mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada. Bagi Bapak dan Ibu Dukuh, kehadiran mahasiswa membawa semangat baru sekaligus kesempatan untuk menghadirkan ide, inovasi, dan sudut pandang yang berbeda dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
"Kami berharap mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program, tetapi juga bisa belajar hidup bermasyarakat, berkolaborasi, dan memperoleh pengalaman yang tidak akan didapatkan di ruang kelas," ungkap Ibu Dukuh.
Melalui diskusi bersama perangkat padukuhan dan masyarakat, Tim KKN menyusun berbagai program yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Fokus utamanya adalah mendukung program-program yang telah berjalan agar dapat berkembang lebih optimal. Beberapa di antaranya meliputi penyusunan peta wilayah dan direktori potensi Padukuhan Mrican, pengembangan website padukuhan, optimalisasi media sosial KWT Srikandi, dokumentasi berbagai kegiatan masyarakat, hingga pendampingan pelatihan pemberdayaan masyarakat yang telah bermitra dengan berbagai pihak.
Program-program tersebut dipilih karena dinilai mampu memberikan manfaat jangka panjang. Digitalisasi informasi, dokumentasi kegiatan, dan penyediaan data wilayah diharapkan dapat menjadi aset yang dapat terus dimanfaatkan oleh Padukuhan Mrican, bahkan setelah masa KKN berakhir. Di sisi lain, mahasiswa juga turut mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang telah rutin dilaksanakan, sehingga kehadiran KKN menjadi pelengkap sekaligus penguat dari program yang sudah ada.
Mahasiswa KKN-PPM UGM bersama warga Padukuhan Mrican
Sejak awal pelaksanaan KKN, hubungan antara mahasiswa dan masyarakat terjalin dengan sangat baik. Perangkat padukuhan, pengurus RT dan RW, anggota KWT Srikandi, hingga warga sekitar menyambut kehadiran mahasiswa dengan hangat dan penuh antusias. Mahasiswa tidak hanya dilibatkan dalam pelaksanaan program kerja, tetapi juga diajak mengikuti berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti gotong royong, pertemuan warga, hingga kegiatan rutin di Demplot KWT.
Menurut Ibu Dukuh, antusiasme masyarakat terhadap mahasiswa KKN selalu tinggi. Bahkan, hubungan baik tersebut seringkali tetap terjaga setelah program selesai. Padukuhan Mrican sendiri telah beberapa kali menjadi lokasi KKN UGM sejak tahun 2016, dengan pelaksanaan terakhir pada tahun 2022. Hingga kini, komunikasi dengan beberapa alumni KKN masih terjalin dengan baik.
"Bagi kami, mahasiswa sudah seperti anak sendiri. Sekecil apapun kontribusi yang diberikan, masyarakat sangat menghargainya. Kehadiran mereka membuat warga merasa diperhatikan dan semakin semangat untuk berkolaborasi," cerita Ibu Dukuh.
Lebih dari sekadar melaksanakan program kerja, KKN juga menjadi proses belajar bagi mahasiswa. Berinteraksi langsung dengan masyarakat, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta menghadapi dinamika di lapangan memberikan pengalaman yang sulit diperoleh melalui perkuliahan. Mahasiswa belajar memahami karakter masyarakat, menyusun solusi yang sesuai dengan kebutuhan warga, serta bekerja dalam tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu.
Ke depan, Padukuhan Mrican berharap sinergi dengan Universitas Gadjah Mada dapat terus berlanjut. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai program tahunan, tetapi menjadi bagian dari kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal.
Melalui semangat kolaborasi, gotong royong, dan saling belajar, KKN-PPM UGM di Padukuhan Mrican diharapkan tidak hanya menghasilkan program yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan hubungan baik yang terus tumbuh bahkan setelah masa pengabdian berakhir.